Kolaborasi Efektif untuk Penguatan Kegiatan Oplah dan Padi Gogo
Pada tanggal 19-20 Agustus 2025, Kepala BRMP Buah Tropika Yunimar, S.Si., M.Si., bersama tim melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Pasaman. Kunjungan ini merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi program swasembada pangan, khususnya kegiatan optimalisasi lahan (Oplah) dan pengembangan padi gogo. Tim disambut langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Pasaman, Heri Prasetyo Wibowo, SP, bersama Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten, Agung Nugroho Kusumo, SP, serta jajaran teknis Dinas Pertanian.
Dalam sambutannya, Yunimar menekankan pentingnya penyusunan mekanisme pelaporan yang terstruktur agar tidak terjadi duplikasi data antar pihak. Ia mengusulkan perlunya rapat koordinasi (rakor) untuk menyelaraskan format, substansi, dan mekanisme pelaporan. Menyambut hal itu, Dinas Pertanian Pasaman menyetujui pelaksanaan rakor secara daring melalui aplikasi Zoom, guna menentukan koordinator tunggal dalam penyampaian laporan agar data lebih terpusat dan akurat.
Usai koordinasi, tim BRMP Buah Tropika melanjutkan kunjungan lapang bersama Koordinator BPP Kecamatan Duo Koto, Dian Deswita, SP, ke Kelompok Tani Lanai Jaya Kompak di Nagari Cubadak Barat. Di wilayah tersebut, areal padi gogo mencapai 275 hektar dan merupakan salah satu yang terluas di Kabupaten Pasaman. Dari total tersebut, sekitar 140 hektar berada di wilayah binaan penyuluh setempat dengan varietas lokal seperti Sigudang, Langkueh, dan Simaritik. Sebagian petani juga menerapkan pola tanam tumpang sisip dengan tanaman lain seperti kopi, kayu manis, terong, dan pisang.
Ketua Kelompok Tani Lanai Jaya Kompak, Rahmat, menyampaikan bahwa hasil panen padi gogo tahun ini diperkirakan turun drastis. Jika pada musim sebelumnya produktivitas mencapai 3 ton per hektar, maka tahun ini hanya sekitar 1 ton per hektar. Kondisi ini dipicu kemarau panjang sejak April yang menghambat pertumbuhan dan pembentukan anakan tanaman, sehingga hasil panen menurun signifikan.
Meski menghadapi tantangan, para petani tetap menyampaikan apresiasi atas bantuan benih yang telah diterima dari pemerintah. Mereka berharap ke depan dukungan dapat diperluas, termasuk bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti kultivator untuk membantu pengolahan tanah dan meningkatkan produktivitas.